Ditulis oleh Fatma di/pada 3 April 2008
Allah adalah cahaya langit dan bumi.
Perumpamaan cahayaNya adalah ibarat misykat.
Dalam misykat itu ada pelita.
Pelita itu dalam kaca.
Kaca itu laksana bintang berkilau.
Dinyalakan dengan minyak pohon yang diberkati.
Pohon zaitun yang bukan di timur atau di barat.
Yang minyaknya hampir-hampir menyala dengan sendirinya,
Walaupun tiada api menyentuhnya.
Cahaya di atas cahaya!
Allah menuntun kepada cahayaNya,
Siapa saja yang ia kehendaki.
Dan Allah membuat perumpamaan bagi manusia.
Sungguh Allah mengetahui segala.
(Q.S. An-Nur : 35)
Ya Robb, berikan aku cahayaMu
Walau hanya seberkas saja
Memancar dilubuk hatiku
Menerangi setiap langkahku
Agar aku dapat merasakan
Indahnya CintaMu yang Hakiki
Terangi tatapan hatiku
Agar ku tak tertipu
Akan indahnya dunia
Yang membuatku
bagai menari di atas awan
Dan ketika ku tersadar
Aku mungkin tlah terjatuh
Ya Robbi, tuntun cahayaMu
Mendekatiku, menerangiku,
Menghantarkku kepada kebenaran
Menjauhkanku dari kebathilan
Ditulis dalam Puisi, Renungan | yang berkaitan: Cahaya | 8 Komentar »
Ditulis oleh Fatma di/pada 15 Januari 2008
Allah Swt akan senantiasa menguji kita pada titik terlemah kita. Sampai kita berhasil memperbaiki kelemahan itu.
Diantara kita mungkin pernah mengalami suatu pemasalahan yang sama dalam waktu yang berbeda. Dan tak jarang diantara kita berkata, “Kok saya selalu dihadapkan oleh masalah yang sama sich, masalah ini terus, ga da beres-beresnya. Kapan saya bisa melewatinya….”
Selalu dihadapkan oleh masalah krisis ekonomi, hubungan dengan lawan jenis, sekolah/ kuliah yang tidak beres, hubungan dengan keluarga, dan masalah-masalah lainnya. Sepertinya tidak bijak kalau kita menyebut “masalah”, kita ganti dengan istilah cobaan/ujian karena pada hakikatnya itu datang dari Allah Swt, dan supaya pikiran kita tidak menangkap energi negatif dengan kata “masalah”. Nah itulah hidup, kita akan selalu dihadapkan pada ujian satu dan beralih pada ujian baru ketika satu ujian telah kita selesaikan dengan cara kita.
Seperti seorang murid yang mendapatkan ujian dari gurunya terhadap matapelajaran yang telah dia ajarkan. Murid tersebut akan lulus jika jawabannya benar dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh gurunya. Dan sebaliknya, jika tidak lulus, gurunya akan memberikan ujian perbaikan “her” agar bisa lulus dan naik kelas. Matapelajaran yang diujikan sama tapi mungkin soal-soalnya saja yang sedikit ada perbedaan.
Nah seperti itulah analogi ujian kehidupan yang diberikan Allah kepada kita. Allah Swt akan memberikan ujian yang sama kepada kita sampai kita benar-benar dianggap lulus oleh Allah Swt dan layak dinaikkan derajatnya. Kalau kita mau renungkan, itu adalah bentuk kasih sayang Allah Swt kepada kita. Seperti seorang guru yang sayang pada muridnya, ia bersedia memberikan kesempatan kedua agar muridnya lulus, tidak membiarkannya tertinggal. Tentunya kasih sayang Allah Swt jauh lebih besar terhadap hamba-Nya. Dia ingin, saat kita mendapat ujian yang lebih berat/besar lagi kita sudah siap dan akan melaluinya dengan baik pula. Dan tentunya kita tidak meninggalkan ujian yang nilainya buruk dihadapan Allah Swt.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Motivasi, Pengembangan Diri, Renungan | 14 Komentar »
Ditulis oleh Fatma di/pada 15 Januari 2008
Peran Ibu dalam Mengokohkan Ketahanan Keluarga
Di dalam hadits riwayah Bukhari, dinyatakan bahwa Nabi Saw pernah bersabda, “Wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan ia akan ditanyai tentang perannya sebagai pemimpin”. Di rumah suaminya, ia adalah istri bagi suami dan ibu bagi anak-anaknya, selain itu bila ada khadimah, ia harus pandai mengarahkan dan bekerja sama sehingga rumah menjadi surga bagi penghuninya.
Banyak gelar yang diberikan kepada ibu, Al Umm robatu al bait = ibu adalah manajer, pengatur rumah, semetara kata pakar pendidikan “Al Umm madrasatul ula = ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya”. Menurut ahli bahasa “Umm = ibu, tempat kembali, yang terpenting”, dalam pengertian yang terkanduang dalam kata umm (ibu), manusia merasakan bahwa sejak kecil sampai dewasa, ibu adalah tempat kembali bila anak mendapat masalah atau kegembiraan. Ibu pula yang memegang peranan penting dalam Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Dakwah, Nisa' | 2 Komentar »
Ditulis oleh Fatma di/pada 4 Januari 2008
Sudah beberapa hari kita lewatkan tahun 2007 kemarin dan sekarang tlah beranjak ke tahun 2008. Hingar-bingar pesta penyambutannya pun dilakukan seantero dunia, pesta kembang api, tiupan terompet, menunggu detik-detik pergantian tahun. Begadang semalam suntuk hanya untuk merayakannya. Begitu juga negara kita dan ya.. yang pasti tiap-tiap kita mungkin juga menjadikannya special moment. Liat saja persiapan yang dilakukan Kota Jakarta yang memakan atau tepatnya menghambur-haburkan puluhan juta malah lebih untuk penyambutannya. Padahal disisi lain, jutaan warganya sedang dilanda bencana banjir. Sungguh terlalu ….
Tak banyak yang tau jika Tahun Baru Islam 1 Muharram 1429 H pun bertepatan di bulan Januari 2008 tepatnya tanggal 10 Januari 2008. Sungguh miris sekali, momen spesial kita sebagai ummat Islam tidak terlalu dimaknai oleh kebanyakan umat Islam terutama di negara kita. Mereka malah menyambut tahun baru Masehi padahal itu tergolong rangkaian kegiatan hari raya orang-orang kafir yang tidak boleh diperingati oleh seorang muslim. Naudzubillahi mindzalik.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Diary, Renungan | 20 Komentar »
Ditulis oleh Fatma di/pada 26 Desember 2007
Novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy ini merupakan
novel fenomenal. menjadi best seller dan kisahnya menginspirasi banyak remaja muslim. Keputusan MD Pictures untuk mengangkatnya kelayar lebar dan menginterpretasikan cerita dalam novel untuk konsumsi masyarakat umum adalah berita baik.
Akankah memuaskan para penonton yang sudah membaca novelnya atau malah gagal menjadi sebuah film adaptasi? dan bagaimana dengan penonton yang belum pernah membaca novelnya, akankah memberikan pengalaman yang berbeda ?
GENRE : Drama Religius Roman/Percintaan
PEMAIN : Fedi Nuril, Rianti Cartwright, Sazkia Mecca,
Melanie Putri, Carrisa Putri, Surya Saputra, Oka Antara
SUTRADARA : Hanung Bramantyo
PENULIS NASKAH : Salman Aristo & Ginatri S. Noer
dari Novel Karya Habiburrahman El Shirazy
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Resensi | 14 Komentar »