Izz@tuN-NiS@

AKHWAT SEJATI DAN RUANG BESAR AMANAH DAKWAH

Posted on: 3 Juni 2007

Tantangan Ruang Besar Dakwah Akhwat

Dalam buku Ummatuna baina Qarnain, DR Yusuf Al-Qarahawi menyebutkan sejumlah kegagalan kaum muslimin sepanjang abad 20. Salah satunya adalah kegagalan dalam masalah perempuan. Kita terjebak pada 2 sikap ekstrim, berlebihan dan ceroboh atau antara dua kejahiliahan. Sebagian kaum muslimin mengekang kaum hawa; mereka dilarang mengendarai kendaraan atau bekerja di luar rumah, memasung hak-hak politik perempuan bahkan ada di suatu negeri, kaum perempuan tidak memiliki hak pilih dalam PEMILU apalagi mencalonkan diri sebagai anggota parlemen. Anehnya pemasungan hak perempuan itu dilakukan atas nama Islam dan hukum syariah.

Di sisi lain, realitas ekstrim berbeda muncul ke permukaan yakni pembebasan perempuan yang berlebihan dari kaum liberalis muslim. Mereka sangat bersemnagat meniru budaya Barat dan mengikuti filsafat liberalisme mereka tanpa seleksi. Ideologi mereka berkembang pesat dalam berbagai hal; cara berfikir, berperilaku, mode pakaian , kosmetik, hubungan lawan jenis, pertunangan dan perkawinan.

Fenomena ini memabawa akhwat di dua jalan berliku yang taja. Di sini pula kemudian akhwat mujahidah harus menajamkan pandangan atas permasalahan ummat Islam; masalah yang sangat krusial dan multidimensi. Dakwah dalam pandangan para akhwat harus jauh menembus batas tembok-tembok rumah mungil yang asri. Pandangan akan tantangan ruang besar dakwah juga harus menembus batas-batas kekinian. Para akhwat tidak boleh merasa puas dengan keadaan rumah yang nampak aman. Ia harus jauh memikirkan bagaimana kehidupan nak-anaknya kelak. Ia harus menjamin keselamatan akhlak dan kondisi masyarakat saat anaknya tumbuh dewasa.

Para akhwat harus jeli melihat kewajiban dan perannya yang multidimensi. Ia tidak boleh terjebak dalam satu sisi yang ditawarkan “ingin bebas” atau “ketergantungan”. Akhwat harus ampu memandang permasalahan amanah dakwah tidak sebatas membina keluarga saja, tetapi juga masyarakat secara umum.

Masalah Kesiapan Akhwat

Oleh karena itu dibutuhkan kesiapan para akhwat untuk menjalani peran mereka yang multidimensi. Ustdzah Nursanita Nasution, ME memberikan gambaran seperti apa bentuk kesiapan yang dibutuhkan:

Pertama, kesiapan pribadi saat menghadapi gejolak kehidupan. Ini kesiapan yang paling sederhana tapi mendasar. Bagaimana akhwat bisa disebut atngguh jika ia labil saat menghadapi gejolak diri. Apalagi jika kemudian jatuh ke dalam arus-arus negatif yang membahayakan. Setiap manisia dihadirkan berbagai cobaan dan ujian. Tinggal cara menyikapinya. Para akhwat yang tanngguh tentunya harus selalu menemukan formula penyelesaian dari etipa masalah. Para akhwat harus sadar bahwa mereka memiliki banyak tiang untuk berpegangan, banyak telinga untuk mendengar permasalah dan banyak tangan yang akan menolong. Selama ia masih berpegang pada ikatan kuat komunitas, maka sebenarnya tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan.

Kedua, siap dari segi pemikiran. Maksudnya, mengusahakan agar pendapatnya bisa diterima masyarakat. Bahkan tidak sekedar merespon tapi mempercayakan setiap masalah untuk dipecahkan oleh kader dakwah. Sebagaimana firman Allah, “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka peselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan dan menerima dengan sepenuhnya.”(QS An-Nisaa : 65).

Karakter Utama akhwat Sejati

Akhirnya dibutuhkan sosok akhwat yang mampu menanggung beban berat peran dakwah. Dimana sejumlah karakter yang diidamkan dakwah terwujud dalam diri para akhwat mujahidah. Karakter tersebut antara lain :

Kepribadian yang kuat; pribadi yang kuat tak lain adalah wujud dari tertanamnya nilai-nilai Syakhsiyah Islamiyah yang dalam. Sebab wujud keimanan dan ketaqwaan selalu menghasilkan kepribadian manusia yang utuh. Sempurna antara ucapan dan perbuatan. Seseorang ayng memiliki pribadi yang kuat pasti akan menjadi keteladanan bagi orang lain.

Keberanian dan kepercayaan diri. Buah utama dari keimanan adalah keberanian dan kepercayaan diri penuh. Seorang akhwat yang memiliki sifat ini tidak akan gentar dan takut menghadapi berbagai kritik dan cemooh yang menimpa. Apabula saat pilihan itu sudah tepat menurut Islam, ia senantiasa kokoh tanpa ragu kala harus membuat keputusan-keputusan penting.

Berpikir rasional dan sistematik, memiliki kemampuan intelektual dalam mengkritik, mengevaluasi, membangun, menantang dan memilih. Kemampuan ini terbangun umumnya jika terbiasa dalam iklim tandzim (organisasi) yang rapi. Seluruh kemampuan dalam segi aqliyah terbentuk seiring perkembangan dan pengalaman yan ia raih bersama gerakan dakwah. Ia paham benar mana prioritas, mana asesoris. Yang mana esensi, yang mana bungkus. Ia memahami konsep gerakan dakwah secara komprehensif bukan juz’iyah. Pada saat harus mengkritik, ia sampaikan mana yang membangun dan membuang yang kontraproduktif.

Kemandirian. Di sinilah kemudian wujud utuh ketangguhan seorang akhwat sejati diuji. Sebab kemandirian adalah tujuan pembinaan diri. Murobbi, mentor, pembina, guru tidak lain adalah stimulus dan pemberi inspirasi atas setiap gerak dan ucap saat kita sendiri. Bukan orang lain. Jadi, kemandirian harus menjadi karakter yang terbangun dalam diri kader dakwah. Tidak ada pilihan untuk menjadi cengeng! Wallahu a’lam.

Semoga kita, terutama yang membaca tulisan ini berusaha menjadi akhwat dambaan ummat yang tidak hanya mensholehkan diri sendiri dan keluarga tapi juga berkontribusi dalam kesholehan sosial (masyarakat) terutama bagi kaum kita (hawa).

(Taken from Majalah Al- Izzah Edisi 10/Th.4/Nov 2004 M)

15 Tanggapan to "AKHWAT SEJATI DAN RUANG BESAR AMANAH DAKWAH"

Assalamualaikum
sekedar masukan
SEKUNTUM BUNGA NASEHAT UNTUK SAUDARIKU PARA AKTIVIS MUSLIMAH

الحمد لله وحده و الصلاة والسلم على من لا نبي بعده اما بعد

Saudariku muslimah….

Islam adalah agama nasehat[1], maka hendaklah kaum muslimin saling nasehat menasehati sesama mereka. Saling nasehat menasehati kepada kebenaran dan kesabaran sehingga bukan termasuk orang-orang yang merugi[2]. Sudah semestinya apabila seorang muslim melihat kemungkaran yang dilakukan muslim lainnya, hendaklah ia berusaha merubahnya[3], mengingkarinya dan menasehatinya sehingga akan menjadi tahu orang yang bodoh, akan menjadi ingat orang yang lupa, dan akan menjadi sadar orang yang lalai. Oleh karena itu izinkanlah ana memberikan sekuntum bunga dari taman nasehat kepada ukhti.

Saudariku…….

Ana yakin ukhti adalah seorang yang mendambakan menjadi sebaik perhiasan dunia yaitu wanita shalihah[4], ukhti berkeinginan menjadi seorang istri yang berbakti kepada suami[5], dan ukhti juga mempunyai cita-cita untuk menjadi ibu yang bisa mendidik anak-anaknya dengan baik[6] dan masih banyak keinginan mulia lainnya yang selaras dengan ajaran islam. Lalu sedang apakah ukhti berada di sini?. Ukhti keluar dari rumah, melakukan banyak kegiatan di luar rumah, bercampur dengan laki-laki di jalanan, memajang kecantikan ukhti dan menjadi tontonan bagi laki-laki yang bukan mahram.

Saudariku…..
selengkapnya di:..

http://abuabdilbarr.wordpress.com/2007/06/20/buat-aktivis-muslimah/

Assalamu’alaikum
Innal hamda lillah. Allahumma sholi ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad. Islam adalah agama washath (pertengahan) antara 2 ekstrim yg berlawanan. Maka sudah selayaknya bagi kita untuk bisa bersikap adil, menempatkan sesuatu sesuai tempatnya dan mensikapi sesuatu dengan sifatnya. Bagi seorang akhwat kewajiban dakwah mempunyai kedudukan yang sama dg ikhwan. Ia pun dituntut untuk berdakwah di masyarakat sesuai fithoh dan potensi yg ia miliki. Tetapi perlu diingat, akhwat adalah fitnah terbesar bagi para ikhwan. Setiap gerak langkahnya selalu disertai syaithon untuk dicari titik kelemahannya, sehingga tanpa sadar ia telah menjadi fitnah bagi para ikhwan. Wahai Saudariku, mohon dirimu bisa menjaga keindahan yg telah Ia anugrahkan pada dirimu. Silakan berdakwah, tapi jangan lupakan rambu2 yg telah ditetapkan olehNya.

@ Muja
Jazakallah atas komentarnya sebagai pengingat kami (red. kaum akhwat) untuk senantiasa menjaga diri agar tidak menjadi fitnah.

Thanks for information.
many interesting things
Celpjefscylc

Ass..
Subhanallah..hanya dr Allah sgla ilmu brasal..
Alhamdulillah, jd nmbah nih tsaqofahnya (keakhwatannya euy!) En, boleh tuh di tingkatkan lg kesiapan pra akhwat untuk lebih kuat berjuang dlm dunia dakwah (eksistensinya terjaga, insya Allah..)

kmasbdfaso adf iadnfoawfpw f
fdsjhf dsnvds
f d
v snvsovjnsfnv s
fdsnvo sov
a v1 4er45 ye54 565
321321
1
61
632
02
61
65
15
151
51
564945156

siipp… gw selalu ingin mendukungmu…

wahai akhwat sejati. teman sejati dikala sepi. teman sejati di nunia dan akhirat.

salam ukhuwwah.

Bismillah
Assalamualaikum
“”””Dalam buku Ummatuna baina Qarnain, DR Yusuf Al-Qarahawi menyebutkan sejumlah kegagalan kaum muslimin sepanjang abad 20. Salah satunya adalah kegagalan dalam masalah perempuan. Kita terjebak pada 2 sikap ekstrim, berlebihan dan ceroboh atau antara dua kejahiliahan. Sebagian kaum muslimin mengekang kaum hawa; mereka dilarang mengendarai kendaraan atau bekerja di luar rumah, memasung hak-hak politik perempuan bahkan ada di suatu negeri, kaum perempuan tidak memiliki hak pilih dalam PEMILU apalagi mencalonkan diri sebagai anggota parlemen. Anehnya pemasungan hak perempuan itu dilakukan atas nama Islam dan hukum syariah.”””

Sebuah pemahaman yang kelihatannya Indah,,,,,Akan tetapi….. saudariku bisa menilai!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Apa manfaatnya perempuan di Parlemen yang sarat dengan ikhtilath?????
Mana yang lebih utama, menjaga diri di rumah atau bekerja bercampur baur dengan lain jenis????
Atau di Bus, Taksi dall bercampur baur????

Semoga Alloh memafkan apa yang diucapkannya!!!!!!

Ana tdk brkomentar bnyak dlm mslh ini,ana mgkn cm mbrikan sdkit nasihat..
Ya ukhti..fattaqullah wa atiurrasul tsummastaqiimu..

Ana yakin setiap akhwat yang berdakwah pasti menjaga diri dari fitnah dan istiqomah di jalan dakwah. Dan ikhwan tentunya tidak akan kalah dari militansi dakwahnya akhwat. jazakallah

asw
iya, semoga istiqomah dijalan dakwah. tapi hati-hati ukh, fotonya jangan di liatin. fitnah itu harus dijaga ukh. wallahu ‘alam
wassalam

ass,akhwat mmpunyai peranan pnting dlm tatanan pradaban suatu kaum dlm stu masa,skuat2ny akhwat tnpa d dmpingi pria/pmimpin saleh yg snantiasa mnjunjung syriat,akn mnemukn hmbtan/btasn dlm ruang grak dkwah

yup, mereka saling melengkapi..
dibalik kesuksesan besar kaum Adam ada seorang Hawa, begitupun di kehancurannya…
numpang promosi…

http://fadillahcinta.wordpress.com/2009/06/30/bidadari-surga/

salam kenal untuk semua

wahai saudariku,perintah dakwah ditujukan bukan hanya buat kaum laki-laki tapi juga buat kaum perempuan.Tetapi Allah jg tlh menetapkan aturan bagaimana wanita itu berdakwah.Wanita berdakwah dgn sesama wanita,dgn anggota keluarganya,anak-anak,dan tdk boleh ikhtilat (campur baur) dng laki-laki non muhrim.keluar rumah dgn pakaian hijab yg sempurna (QS.AL AHZAB:59) dan keluar rmh di dampingi mahramnya. Dakwah adlh kerja yg sngt mulia,oleh karena itu hrs dilakukan dgn cara yg diperintahkan ALLAH.(Masturah)

man roo-a minkum munkaro fal yughoyyir bi yadih faillam yastathi’ fa lisan fa illam yastahi’ fa bi qolb.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

RSS My New Blog – Fatmawiyah.web.id

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Keep Fighting & Do The Best For your Life

Blog Stats

  • 66,399 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: