Izz@tuN-NiS@

CINTAKU PADAMU TEMAN

Posted on: 11 Mei 2007

Sebagian merasa hidup ini tidak akan pernah mencapai maknanya
tanpa kehadiran seorangpun teman. Teman adalah orang-orang
yang dicintainya dan yang mencintainya pula.Orang-orang
yang dengan keluasan hati menerima dirinya apa adanya,tanpa
bumbu dan banyak cela.

Menyayangi teman, sama sekali bukan berarti menafikan kecintaan
kepada yang lain. Kecintaan kepada keluarga, kepada diri sendiri,
sebab tiap-tiap jendela cinta memiliki ruangan tersendiri di hati
yang tidak akan mampu disamakan dengan cinta-cinta lain.
Yang kesemuanya tidak saling berhimpit tidak pula bersinggungan.
Namun tiap-tiap kecintaan mengisi bilik-bilik hati yang berbeda-
beda. Kesemua cinta hendaknya merupakan suatu refleksi cinta
kepada Allah SWT. Suatu pendaran keemasan dari keimanan,desiran
sejuk angin kerinduan,dan deburan tegar ombak keistiqomahan.

Teman, bagiku kata itu adalah ungkapan kerinduan dan sejuta harapan.
Harapan untuk dapat saling menegur dan meneguhkan.
Membuang jauh-jauh kata perbedaan dan mencoba untuk mengawali
segalanya dari kesamaan. Pada kata itu kutemukan hakikat hidup
dan kehidupan, karena bersamanya aku menahan derita dan sengsara,
gundah dan gulana, namun begitu manis terasa segala kerutan layar
perjuangan karena Allah lah yang telah membuatnya.

Teman, bertemankan jiwa-jiwa yang ber-izzah mulia dan ghiroh
menggelora, dengan segidang ide dan idealisme yang Robbani.
Meniti jembatan yang sama, dengan tekad yang serupa dan seragam
kebesaran jiwa. Bukan untuk sekedar menghabiskan sisa minuman
kehidupan dunia, tapi hidup untuk sebuah cita yang takkan pernah
kandas sia-sia. Pantas saja jika Rosululloh mewasiatkan agar
kita menjadikan mereka yang sholeh sebagai teman kepercayaan.

Ah teman, harus kita terima bahwa berteman bukan berarti untuk
selalu bersama secara harfiah. Suatu saat pasti kita akan terpisah
pula. Menempati lini-lini berbeda di setiap sudut kehidupan,
agar setiap insane dapat tersentuh cahayaNya.

Teringat serangkaian syair milik Munsyid Saujana ini kusuntingkan
untukmu :

Sedingin embunan dedaun kehijauan, sesegar ingatan kenangan kisah silam
Kita seiring bersatu dan berjuang, meniti titian persahabatan
Kau hadir bawa cahaya, terangi hatiku teman
Saling memerlukan dan mengharapkan
Tangis gembira saat bahagia, moga kan kekal menuju Syurga
Kerana Tuhan kita ditemukan, andai terpisah, itu ketentuan
Sengketa dan kesilapan itulah fitrahnya insan
Kata dan teguran itulah pedoman

Semoga Alloh SWT selalu menuntun kita untuk saling
mencintai dalam islam.
Billahi fi sabili haq, Wassalamu’alaikum

(Taken from e-mail rabiatulf@yahoo.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

RSS My New Blog – Fatmawiyah.web.id

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Keep Fighting & Do The Best For your Life

Blog Stats

  • 75,365 hits
%d blogger menyukai ini: