Izz@tuN-NiS@

MATI PASTI TIBA

Posted on: 11 Mei 2007

Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang bejiwa akan merasakan mati. Kmi akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Al-Anbiyaa 34-35)

Rasulullah bersabda:

“Seandainya seutas rambut dari rasa sakitnya mati itu kita letakkan di atas bumi dan langit niscaya matilah penduduk bumi dan langit, dengan izin Allah. Karena tiap-tiap rambut itu mengalami mati dan mati itu tidak terjadi kecuali mati seluruh anggota badannya.”

Ruh orang-orang mukmin tidak akan keluar kecuali telah melihat tempatnya di syurga. Begitu pula ruh orang-orang kafir tidak akan keluar kecuali ia telah mengetahui tempatnya di neraka. Nabi ditanya bagaimana mereka bidsa melihat syurga dan neraka? Nabi menjawab: “Allah telah menciptakan Malaikat dengan sayap-sayap dan bentuk yang baik. Bila sayap itu dikembangkan maka akan memenuhi apa yang terdapat di dalam bumi. Sayap yang kanan berada di atas bayangan syurga dan yang kiri berada di atas neraka.”

Maka apabila telah datang ajal seseorang, masuklah kelompok malaikat ke dalam urat-uratnya,. Ada yang lewat telapak kaki dan ada pula yang lewat lutut dan lewat perut yang akhirnya sampai ke dada, dan terus disambung oleh malaikat yang lain lewat dada ke tenggorokan seperti halnya apa yang difirmankan oleh Allah:

“Maka mengapa ketika nyawa itu sampai di kerongkongan tidak kamu kembalikan padahal kamu ketika itu melihat.”

Di saat seperti itu apabila ia seorang mu’min, maka Jibril membentangkan sayapnya yang kanan ke syurga hingga lupa terhadap anak-anak, ibu, bapak karena rindunya terhadap tempat tersebut. Dan bila ia seorang kafir maka Jibril membentang sayap kirinya ke neraka jahannam ia pun terus melihatnya sampi ia lupa terhadap anak-anaknya, ibu-bapaknya serta saudara-saudaranya karena merasa sedih melihat keadaan di neraka. Maka bahagialah yang kuburannya merupakan taman syurga dan celakalah bagi yang kuburannya adalah lubang api neraka.

Dari Usman diriwayatkan bahwa bila ia melewati suatu kuburan maka berhenti dan menangis sampai janggutnya basah. Kemudian beliau ditegur: Ya Amirul Mu’minin mengapa bila engkau mengingat syurga atau neraka tidak menangis tapi bila melihat kuburan engkau menangis?”

Usman menjawab:

“Kuburan itu tempat pertama memasuki alam akhirat dan tempat terakhir dalam kehidupan dunia. Barangsiapa selamat dalam mengarungi bahtera kehidupan di dunia maka kehidupan sesudahnya akan lebih mudah. Dan bila tidak selamat di dalam kehidupan dunia maka kehidupan sesudahnya akan lebih pedih.”

Usman menambahkan: “Bahwa bila saya di neraka aku akan bersama orang-orang lain, dan bila aku di syurga aku pun akan bersama orang-orang lain pula. Tapi bila aku berada dalam kuburan maka aku sendirian oleh sebab itulah aku menangis.

Dikisahkan bahwa putri Nabi SAW Siti Fatimah ketika wafat, maka jenazahnya dibawa oleh Ali sebagai suaminya dan kedua anaknya Hasan dan Husain serta Abu Dzari Al-Ghofiri. Maka setelah sampai di kuburan, Abu Dzari Al-Ghofiri berdiri di atas kuburan dan berkata: “Wahai kubur, tahukah engkau siapa jenazah yang kami datangkan kemari? Dia adalah Fatimah Azahra binti Rasulullah SAW, istri dari Ali RA dan ibu dari Hasan Husain.

Kemudian mereka mendengar suara dari dalam kuburan: “Aku bukanlah tempat dari orang yang punya kedudukan tinggi dan nasab mulia, tapi aku hanya sekedar tanah tempat menyimpan segala amal yang shaleh, maka tak seorang pun yang akan selamat dari himpitanku kecuali bagi yang banyak berbuat baik.

Seorang ahli Fiqih, Abu Laist As-Samarkindy berkata: “Barangsipa ingin selamat dari siksa kubur, maka hendaknya ia selalu membiasakan empat perkara dan menjauhi empat perkara pula.” Ada pun empat perkara yang harus dibiasakan untuk mengerjakannya ialah: memelihara sholat, memberikan shadaqah, membaca Al-Qur’an dan memperbanyak bacaan tasbih. Adapun empat perkara yang harus ditinggalkan dan dijauhi adalah: berbohong, khianat, adu domba dan kencing sambil berdiri.


(Dikutip dari Butir–Butir Mutiara Hikmat karya Usman Asy Syakir Al Khaubawiyyi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

RSS My New Blog – Fatmawiyah.web.id

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Keep Fighting & Do The Best For your Life

Blog Stats

  • 75,365 hits
%d blogger menyukai ini: