Izz@tuN-NiS@

GENERASI PECINTA AMAL

Posted on: 12 Mei 2007

Kelemahan mengemban amanah dakwah menjadi kenyataan kita hari ini. Pewarisan dakwah dan peralihan generasi du’at, tidak serta merta mewariskan kecintaan terhadap amal dakwah. Semakin terbuka dan berkembangnya ruang dakwah, tidak diiringi dengan peningkatan kualitas strategi dakwah dan semangat mengembannya. Yang lebih menonjol adalah semakin meruncingnya konflik dan semakin lemahnya kader dalam amal. Kelemahan beradaptasi terhadap keterbukaan dan mencukupi semua bekal yang dibutuhkan dalam persaingan idiologi ini, menjadi tugas-tugas besar kita.

Realitas dakwah kita memperlihatkan, betapa terkadang kita terjebak pada idiom Man Kaana ‘Usul’ Fa Huwa ‘Mas’ul’. Sebagian disebabkan lemahnya keterampilan mengatur agenda diri kita. Sebagian lagi- dan yang dikhawatirkan- adalah kelemahan maknawi, pembinaan, ruhiy, yang berdampak pada ketidakmampuan kita menjawab tuntutan dakwah, atau minimal tidak percaya diri dalam menyelesaikan amanah dakwah yang ada.

Ini menjadi ironis dengan kenyataan sejarah para generasi penyeru. Kita mengaku dan menggolongkan diri kepadanya tapi tidak menebus karakter dan prilakunya. Kita menjadikan mereka sebagai tauladan bersikap dan berprilaku, tetapi tidak mencintai kecintaan mereka. Sesungguhnya mereka adalah generasi pecinta amal, sementara kita melihat amal sebagai beban yang memberatkan. Mereka menggunakan seluruh potensi dirinya untuk ummat, sementara kita lebih banyak berhenti pada kelemahan dan batas yang belum wajar untuk sebuah kelemahan.

Bagaimana kita bisa bertahan dalam jejak sejarah mereka, jika kita masih bertahan dengan kelemahan diri kita.

“Menjadi produktif kadang serba salah ketika di tengah kita terdapat ikhwah yang ‘lemah’. Usul yang diajukan dijadikan tamenng kelemahan mereka. Jika kita tidak membingkai lapang dada dan pengertian yang besar, kemungkinan pencapaian optimal target dakwah hanya coretan di atas kertas. ”

“Penting bagi seorang da’i untuk menyadari ujian keimanan dirinya, berupa ikhlasnya berdakwah dan pengorbanannya pada jalan dakwah. Akan diuji pula sejauh mana kemurnian pemahamannya tentaang Islam dari segala campuran dan penyelewengan.”

“Futur, mundur, kecewa atau bahkan berpaling menjadi lawan bukanlah jalan yang masuk akal. Apabila setiap ketidak-sepakatann selalu disikapi dengan jalan itu,; maka kapankah dakwah ini dapat berjalan dengan baik ?”

“Tetaplah berjalan dalam arah yang jelas. Ikuti terus arah kompas perjalanan kita. Jangan sampai tertipu dengan jalan-jalan lain yang seakan menawarkan berbagai kemudahan dan kenikmatan. Karena percayalah; di ujung jalan dakwah yang teerjal, sulit dan berliku itu, telah 4JJI siapkan kenikmatan tiada tara.”

( Adopted from Al-Izzah)

2 Tanggapan to "GENERASI PECINTA AMAL"

assalmu alaikum,wr.wb
buat siapa saja yang biasa menulis kata Allah dengan 4JJI
tolong dirubah karena
4JJI itu identik dengan for Jesus,Judas dan Isa
moga dimengerti
dari ana yang daif kepada saudaranya yang seiman

@IKBAL
Tepat sekali, tulisan “4JJI” awalnya memang berarti 4 Jesus Judas Isa. Sebagian dari kita memang tidak me-maksudkan dgn Jesus Judas Isa, tapi Allah.

Namun kata “4JJI” adalah brand kearah 4 Jesus Judas Isa, sehingga walaupun maksud kita adalah “Allah”. Namun semiotika komunikasi tekstual lebih kuat bermakna “4 Jesus Judas Isa”. Karena memang itu adalah brand Nashrani, pencetus awalnya kaum Nashrani, dan “4JJI” bukan huruf arab, tapi huruf latin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

RSS My New Blog – Fatmawiyah.web.id

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Keep Fighting & Do The Best For your Life

Blog Stats

  • 75,365 hits
%d blogger menyukai ini: