Izz@tuN-NiS@

AKHWAT PAKAI CELANA PANJANG

Posted on: 13 Mei 2007

Penggunaan celana panjang bagi wanita sebenarnya untuk memudahkan dalam keperluan tertentu. Apalagi bila dipakai sebagai pakaian dalam yang biasa lebih melindungi mereka dari banyak resiko. Begitu juga bila di dalam rumah yang barangkali memang butuh untuk mengenakannya untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Namun tetap saja model dan bentuknya harus tidak sama dengan yang dipakai laki-laki. Karena celana panjang wanita itu harus khas dan tetap bisa dikenal sebagai pakaian milik wanita.

Permasalahan yang utama dalam boleh tidaknya wanita memakai celana panjang memang pada masalah tasyabbuh, atau menyerupai pakaian laki-laki. Sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa celana panjang apapun bentuk dan modelnya adalah pakaian milik laki-laki, jadi sudah pasti terkena masalah tasyabbuh. Namun sebagian lagi melihat kepentingannya dan sebisa mungkin tidak menyerupai celana panjang pria. Jadi meski celana panjang, namun model dan bentuknya tidak sama. Dan itu tidak bisa dikatakan menyerupai laki-laki. Apalagi bila dikenakan untuk pakaian dalam yang biasa memberikan perlindungan kepada wanita dari banyak resiko. Tentu itu malah memberikan manfaat yang lebih utama.

Dan hadits Rasulullah Saw banyak menyebutkan bahwa Allah Swt telah melaknat laki-laki yang berdandan menyerupai wanita dan juga sebaliknya. (HR. Ahmad)

Menurut sebagian ulama itu, celana panjang secara ‘urf yang dikenal di tengah masyarakat adalah pakaian khas laki-laki. Sedangkan bila banyak wanita yang mengenkannya, tidak berarti ‘urf-nya telah berubah.

Tapi apa yang dilakukan oleh para wanita untuk bercelana panjang sebagai pakaian sehari-hari merupakan bentuk pemyimpangan dalam berpakaian. Karena sejak awal, celana panjang adalah pakaian khas laki-laki. Namun para ulama banyak mengatakan bahwa bila di atas celana panjang yang dipakai itu dikenakan pakaian lainnya yang khas pakaian wanita seperti rok panjang, jilbab atau abaya, maka unsur penyerupaan penampilan yang menyerupai laki-laki menjadi hilang, sehingga larangannya pun menjadi tidak ada lagi.

Dengan dasar itu, para ulama banyak memfatwakan bahwa wanita boleh memakai celana panjang asalkan menjadi semacam pakaian bagian dalam. Di atas celana panjang itu harus dikenakan pakaian luar yang menampakkan ciri khas pakaian wanita.

Dan tentu saja harus besar, luas (tidak ketat) dan menutupi seluruh tubuh sebagaimana ketentuan umum pakaian wanita muslimah. Sedangkan bila hanya semata-mata bercelana panjang saja meski bentuknya lebar dan longgar, para ulama masih banyak yang berkeberatan dengan celana model itu (seperti kulot). Karena pada hakikatnya tetap celana panjang dan hanya modelnya saja yang sedikit berbeda. Meski demikian memang bila celana panjang ini lebar seperti kulot masih ada sebagian ulama yang membolehkannya tapi dengan catatan.

Wallahu a’lam bi shawab

(Ustd. Ahmad Syarwat, Lc., Ukhti Bertanya? Panduan Problematika Kontemporer Muslimah dan Aktivis Dakwah. Haekal Media Center)

7 Tanggapan to "AKHWAT PAKAI CELANA PANJANG"

Kayaknya terlalu banyak larangan deh, gw pikir pakai celana panjang yang tidak membentuk boleh kok’ buat perempuan di waktu berolahraga, boleh ngasih fatwa tapi lihat dong penerapannya yang elegan buat umat, supaya umat dapat cenderung mengikuti perkataan ulama sebagai pewaris para nabi bukan lari dari para ulama.

Lho!itu kan fatwa ulama berdasarkan ilmu, tidak semata-mata mereka memfatwakan sesuatu tanpa ada dalilnya. Lagipula itu juga ijtihad para ulama, dan ada juga beberapa ulama yang memang masih membolehkan asalkan tidak keluar dari syariat. Klo ada sebagian yang lari dari ulama aku fikir bukan karena fatwa ulamanya, tapi itu lebih disebabkan karena memang dia sudah takut dengan aturan yang memang sudah semestinya.Islam agama yang mudah,so…jangan dipersulit oleh diri kita sendiri

oo.. bgitu toh mba..
alhamdulillah aku jadi tau
tapi slama ini aku memang slalu memakai celana panjang sbagai pakaian bagian dalam, soalnya kalo nanti boncengan motor sama ibu jadi mudah deh.. gak berat hehe🙂

salam kenal ya mba, tulisannya bagus-bagus🙂

Assalamu’alaikum
kak,, aku sekarang kelas 2sma,, waktu plajaran olah raga,, sekolah aku ngewajibin untuk pake celana,, menurut kakak gimana? trus kak,, kalo dalam penggunaan sehari-hari boleh nggak pake celana panjang tapi nggak ketat kak..
oh ya kak,, kemarin saya nonton democrazy di metro tv,, disana ada pak zulkifli(mantan calon gubernur banten),, trus aku liat dia salaman(bersentuhan) sama melanie putri,, tanggapan kakak gimana?? afwan ya kak.. pertanyaan saya kepanjangan,, he he,, ^o^

Tampaknya perlu diteliti kembali kehadiran atau pendapat ulama yang seperti itu. Yang perlu difahami adalah dalam berpakaian wanita “Tidak boleh memperlihatkan lekuk tubuh”.

Disinilah pentingnya kita memahami secara jujur diktum Al-Qur’an dalam Al Hujarat ayat 13, “Sesungguhnya orang yang paling “mulia” diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling “taqwa” diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” Dan taqwa itu bukan milik orang yang memakai celana panjang ataupun celana bawahan (rok).

Dan jangan dilupakan, bahwasanya Rasulullah SAW pernah mengatakan: “Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat kepada tubuh dan bentuk kamu, tetapi Dia melihat kepada hati kamu.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah r.a).

Wallahu a’lam.

(Please visit: http://www.putrapurnama.wordpress.com)

Duh mbk, gmn y? Ortuku masih keberatan aq pake rok. Alasannya keliatan ribet, trutama kalo lagi dibonceng pas naik spd motor. Sjk aq pke rok emang aq gbs lagi bonceng ala cowOK (ngangkang) n bonceng miring. Ortu menganggap cara itu gak aman. So mrka lbh suka aq pke celana. Gmn dg? Aq kasih tw dasar2nya tapi tetep mereka gmw ngerti. Emang hukum pake rok tuh kaya hkm pke jilbab y? Kalo bisa sih, tlg kirim jawabannya ke nekoyuina@yahoo.Co.Id. Syukron katsir

Disinilah pentingnya kita memahami secara jujur diktum Al-Qur’an dalam Al Hujarat ayat 13, “Sesungguhnya orang yang paling “mulia” diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling “taqwa” diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” Dan taqwa itu bukan milik orang yang memakai celana panjang ataupun celana bawahan (rok).

Dan jangan dilupakan, bahwasanya Rasulullah SAW pernah mengatakan: “Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat kepada tubuh dan bentuk kamu, tetapi Dia melihat kepada hati kamu.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah r.a).
_________________________________________________
Saya rasa penggunaan ayat dan hadits diatas tidak sesuai untuk permasalahan yang sedang di bahas. Karena kalau itu yang kita jadikan sebagai dalil maka akan ada yang mengatakan bahwa hijab tidak wajib karena yang penting itu “hijab hati”..atau ada yang mengatakan :” mau pake celana pancang atau rok terserah yang penting hatinya “bertakwa”.kalau seperti itu kenapa tidak telanjang saja sekalian , yang penting hatinya bertakwa, kan Allah ngak melihat ke pakaian anda….. tetapi ada yang perlu kita renungkan, apa itu takwa?? ketakwaan apa yang didapatkan dengan melanggar perintah ALlah???????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

RSS My New Blog – Fatmawiyah.web.id

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Keep Fighting & Do The Best For your Life

Blog Stats

  • 75,365 hits
%d blogger menyukai ini: