Izz@tuN-NiS@

MEMBENTUK KEPRIBADIAN MUSLIMAH YANG INTEGRAL

Posted on: 13 Mei 2007

Tujuan tarbiyah pada akhwat Muslimah pertama kali adalah membentuk kepribadian sebagai Muslimah yang seutuhnya. Seluruh aspek kemanusiaan Muslimah hendaknya ditumbuhkan sehingga akan melahirkan potensi optimal, baik segi ruhiyah (spiritual), fikriyah (intelektual), khuluqiyah (moral), jasadiyah (fisik), dan amaliyah (operasional).

Menurut Syaikh Hasan Al-Banna, kepribadian Islam meliputi 10 aspek, sebagaimana berikut ini:

1. Salim Al-Aqidah (bersihnya akidah). Setiap individu dituntut untuk memiliki kelurusan akidah yang hanya dapat mereka peroleh melalui pemahaman terhadap Al-qur’an & As-Sunnah.

2. Shahih Al-Ibadah (lurusnya ibadah). Setiap individu dituntut untuk beribadah sesuai dengan tuntutan syariat. Pada dasarnya ibadah bukanlah hasil ijtihad seseorang karena ibadah tidak dapat diseimbangkan melalui penambahan, pengurangan, atau penyesuaian dengan kondisi dan kemajuan zaman.

3. Mantin Al-Khuluq (kukuhnya akhlak). Setiap individu dituntut untuk memiliki ketangguhan akhlak sehingga mampu mengendalikan hawa nafsu dan syahwat.

4. Qadir ‘ala Al-Kasb (mampu mencari penghidupan). Setiap individu dituntut untuk mampu menunjukkan potensi dan kreativitasnya dalam kebutuhan hidup.

5. Mutsaqaf Al-Fikr (luas wawasan berpikirnya). Setiap individu dituntut untuk memiliki keluasan wawasan. Ia harus mampu memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan wawasan.

6. Qawiy Al-Jism (kuat fisiknya). Setiap individu dituntut untuk memiliki kekuatan fisik melalui sarana yang dipersiapkan Islam.

7. Mujahid linafsih (pejuang diri sendiri). Setiap individu dituntut untuk memerangi hawa nafsunya dan mengukuhkan diri di atas hokum-hukum Allah melalui ibadah dan amal shaleh. Artinya, setiap pribadi dituntut untuk berjihad melawan bujuk rayu setan yang menjerumuskan manusia ke dalam kebathilan dan kejahatan.

8. Munazham fi syu’unih (teratur urusannya). Setiap individu dituntut untuk mampu mengatur segala urusannya sesuai dengn aturan Islam. Pada dasarnya segala yang tidak teratur hanya akan berakhir pada kegagalan.

9. Haris ‘ala Waqtih (memperhatikan waktunya). Setiap individu dituntut untuk mampu memelihara waktunya sehingga akan terhindar dari kelalaian. Setiap individu juga dituntut untuk mampu menghargai waktu orang lain sehingga tidak akan membiarkan orang lain melakukan kesia-siaan.

10. Nafi’ li Ghairih (bermanfaat bagi orang lain). Setiap individu harus menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain.

Tarbiyah bagi perempuan Muslimah hendaknya mampu menumbuhkembangkan berbagai sifat positif dalam kepribadian, sehingga lahirlah pribadi mempesona, buah dari proses tarbiyah yang berkesinambungan.

(Adopted from Keakhwatan 1, Ustd. Cahyadi Takariawan)

10 Tanggapan to "MEMBENTUK KEPRIBADIAN MUSLIMAH YANG INTEGRAL"

Assallmm………..
setelah ane baca ternyata condong pada Tarbiyah Khusus akhwat, apa ga salah ngundang ane utk baca He………3X
wasllmm……..

aku mau web seperti ini dikembangkan terus… sukses ya…

subhanallah

assalamu’alaikum subhanallah..luarbiasa sekali itu sangt bagus. q sngt setuju sekali…??

Assalamu’alaikum,, wah bagus sekali,, saya minta izin untuk dipost di blog, mohon konfirmasinya, terima kasih😀

@Ami : Waalaikumsalam
Silahkan aja mbak🙂

subhanallah,siip isinya

alhamdulillah ..merupakan sebuah petunjuk tuk membenahi diri..:)

[…] Posted by: Fatma on: 13 Mei 2007 […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

RSS My New Blog – Fatmawiyah.web.id

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Keep Fighting & Do The Best For your Life

Blog Stats

  • 75,365 hits
%d blogger menyukai ini: