Izz@tuN-NiS@

GOD FACTOR and HUMAN FACTOR

Posted on: 3 Juni 2007

Ada seorang saleh yang datang mengunjungi seorang sufi master yang terkenal. Ketika bertamu muka dengan sang sufi, dengan wajah berseri orang salah ini berkata., “Begitu besar kepercayaanku pada Allah sehingga kutinggalkan untaku di luar sana. Kuserahkan binatang itu pada pemeliharaan Allah.

Di luar dugaan, sufi master itu menjawab, “Cepat pergi ke luar sana, hai orang tolol! Tambatlah untamu itu pada sebuah tiang yang ada. Allah tak akan mengurusi perkara yang kau sendiri dapat melakukannya!”.

Cerita yang sarat makna di atas kembali mengingatkan kita bahwa ada hal-hal tertentu yang harus kita kerjakan sebelum kita meminta-Nya memberkati pekerjaan kita. Kitalah yang harus bergerak dulu. Kita harus melakukan yang terbaik yang kita bisa, hasilnya biar Allah yang menentukan.

Sayangnya, terlalu sering kita menyerahkan tanggung jawab hal itu kepada Allah sehingga kita tak melakukan apa-apa. Jika hal buruk menimpa kita, pernyataan yang keluar bisa saja “Ah, barangkali ini sudah takdir.” Allah pun diposisikan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas segala sesuatu, terlebih-lebih atas situasi yang tidak sesuai dengan harapan kita.

Memang ada hal-hal yang harus kita lakukan, namun ada pula hal-hal yang hanya bisa dilakukan (dikehendaki) Allah. John C. Maxwell (motivator & pakar kepemimmpinan) pernah mengatakan bahwa ada 2 faktor penting ketika kita mengerjakan sesuatu. Ada yang namanya God factor dan leadership factor.

God factor adalah hal-hal yang berada dalam kekuasaan dan penyelenggaraan Tuhan. Leadership factor adalah factor yang harus dilakukan oleh pemimpin demi sebuah keberhasilan. Leadership factor inilah yang disebut human factor. “Without God, we can not that’s God factor. But, wiyhout us God will not, that’s leadership factor,” katanya. Ya, tanpa Tuhan, kita tidak bisa apa-apa, tapi tanpa kita, Tuhan tidak mau. Jadi, kita yang mesti berbuat sesuatu terlebih dulu. Jika telah mengerahkan potensi terbaik kita, yakinlah Allah akan meridhoi pekerjaan kita.

Terkadang kita mengharapkan magic dari Allah. Kita kerap berdoa dan mendesak Allah agar segera mengubah keadaan tanpa kita sendiri mau berbuat sesuatu. Bahkan terkadang ketika kita telah berusaha dan berdoa tetapi Allah belum juga mengabulkan, kita mengeluh dan berkeluh kesah dan berkata “Mengapa Allah belum juga mengabulkan permintaanku?”. Sebagai seorang muslim, kita harus yakin bahwa apa yang kita pinta Insya Allah akan dikabulkan oleh-Nya, tetapi kita tidak tahu kapan dan dalam bentuk apa pengabulan Allah terhadap permohonan kita. Ingatlah bahwa Allah memberi apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Pengabulan Allah pun ada beberapa macam. Pertama, Dia akan memberi sesuai apa yang kita pinta tapi waktunya ditangguhkan. Kedua, dia memberi dalam bentuk lain tapi sesuai dengan apa yang kita butuhkan dan tentunya terbaik menurut-Nya. Ketiga, Kita tidak mendapatkannya di dunia, tetapi insya Allah kita akan mendapatkannya di akhirat kelak. So…. Keep fighting, keep istiqomah to reach your dream.

(Adopted from Reach Your Maximum Potential, Paulus Winarto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

RSS My New Blog – Fatmawiyah.web.id

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Keep Fighting & Do The Best For your Life

Blog Stats

  • 75,365 hits
%d blogger menyukai ini: