Izz@tuN-NiS@

Bersihkan Peluh Perjuangan

Posted on: 11 Agustus 2007

Para ulama salafus shalih menggambarkan betapa beratnya berjalan di muka bumi dengan penuh ikhlas kepada Allah. Bahkan beruntunglah seseorang bila dalam satu detik saja dalam sepanjang usianya mampu ikhlas kepada Allah semata.

Namun semangat keikhlasan ini haruslah terus membara di dada. Memberangus segala penghambaan kepada selain Allah. Memberikan cahaya dalam jiwa untuk tetap lurus melangkah di jalan-Nya. Karena amatlah berbeda; seseorang melata di muka bumi dengan selalu ikhlas kepada Allah, sementara yang lainnya tidak. Allah berfirman: “Orang-orang beriman berperang di jalan Allah dan orang-orang kafir berperang di jalan thoghut.” (QS An Nisa: 76)

Golongan pertama berperang untuk meninggikan kalimat Allah. Melaungkan kalimat tauhid, kebenaran, keadilan dan kebaikan yang tercermin dalam agama dan syariat-Nya. Sedang golongan kedua meninggikan kalimat thoghut; yaitu apapun yang disembah selain Allah. Baik kemuliaan pribadi, gelimang harta, silaunya pangkat dan kedudukan serta hangatnya rengkuhan syahwat. Atau kalimat-kalimat syirik, kebathilan, kezhaliman, kedustaan, kejahatan, dan kekejian.

Maka, bersihkan segala peluh perjuangan yang telah terperas dari segala kotoran-kotoran thoghut yang menghinakan. Bersihkan diri dari angan dan harapan semu; karena angan dan harapan akan berlanjut pada niat. Dan niat akan terwujud dalam amal. Sebelum ia menjadi amal; maka jagalah. Tetaplah kita mensucikan amal agar ia layak digolongkan dalam amal fi sabilillah. Dan biarlah Allah Yang Maha Adil dan Pemurah memperlihatkan pahala-Nya kelak.

Perjuangan ini menuntut kebersihan dari segala dimensinya. Tidaklah berguna orang-orang yang gila jabatan. Tidaklah bermanfaat manusia yang silau dan selalu ngiler melihat kemilau harta. Atau orang yang hanya mampu berbicara tanpa keberanian untuk menghadapi kebatilan.

Perjuangan ini membutuhkan manusia-manusia layaknya mujahid Qadisiyyah. Mereka berangkat berperang dengan sandal-sandal butut, jubah-jubah kumal, kuda-kuda kurus dan pedang-pedang kusam. Namun pulang membawa emas berkilau, gelimang dinar dan dirham menyilaukan, batu-batu merah delima, permadani tebal tak terhitung jumlahnya. Serta tanah-tanah subur sepanjang delta sungai Efrat dan Tigris yang dipenuhi kebun-kebun zaitun dan bermacam buah lainnya.

Apa yang kemudian mereka perbuat dengan semua ghanimah itu? Mereka ambil seperlunya, sekedar perbekalan untuk kemudian berangkat kembali berperang fi sabilillah. Tetap dengan sandal butut dan jubah kumal. Bahkan sang khalifah agung, Umar bin Khattab ra, datang untuk menerima kunci kota Al Quds yang ditaklukkannya hanya dengan mengendarai keledai tua yang dituntunnya.

(sumber : Majalah Al-Izzah No. 03/Th.4/2004)

2 Tanggapan to "Bersihkan Peluh Perjuangan"

Ya, ALLAH…jauhkan hamba dari penyakit wahn….

assalamu alaikum,wr. wb
bismillah…………………
dengan keihklasan, kenikmatan dunia menjadi tiada berguna yang ada adalah agar Allah ridho atas segala sesuatu yang kita lakukan, tetapi inilah pekerjaan terberat……..buat kita.
sehingga butuh keistiqomahan dan perjuangan
Allahu Akbar
wassalamu alaikum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

RSS My New Blog – Fatmawiyah.web.id

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Keep Fighting & Do The Best For your Life

Blog Stats

  • 75,365 hits
%d blogger menyukai ini: