Izz@tuN-NiS@

Perjalanan Diri

Posted on: 16 November 2007

“Rihlatul Wujud (Perjalanan Diri)” karya Ust. Husni M. Al-Banjari adalah sebuah buku mengenai sebuah renungan serius tentang Dari Mana Kita Datang?; Untuk Apa Kita Dicipta? dan Ke mana kita sedang Menuju.
Berikut ini adalah tulisan di bab terakhir yang merupakan kesimpulan dari buku tersebut. Semoga memberikan inspirasi bagi kita dalam memaknai hidup dan kehidupan kita.
Kadang-kadang kita sebagai muslim harus malu oleh  sikap dan pendapat orang-orang non-muslim. Mereka tidak mengenal ajaran-ajaran Islam, tetapi sepertinya lebih bisa memaknai hidup ketimbang orang Islam sendiri. Berikut adalah penmdapat beberapa pakar soal makna hidup, tentu untuk kita renungkan bersama.

“Hidup adalah salah satu kesalahan yang berkesinambungan dimana kita belajar menjadi sempurna.” (Billi Lim)
“Tragedi paling dahsyat bukanlah mati muda, tetapi hidup hingga 75 tahun masih belum merasa hidup dalam arti yang sebenarnya.” (Marhin Luther King)
“Manusia bukan semata-mata hidup di muka bumi untuk bersenang-senang. Dia sebenarnya hidup untuk melakukan berbagai pekerjaan penting demi umat sejagat.” (Vincent Van Gogh)

Sebagai renungan pamungkas, mari kita hayati benar firman Allah ini:
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diiturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di anatara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. 57:16)

Berikut adalah point-point penting dalam buku tersebut:

1.      Awal dan akhir kehidupan ini bukan milik kita; ada yang menskenario semua ini terjadi. Itulah Allah SWT. Manusia hanya tunduk di bawah otoritas itu. Lalu apa yang kita sombongkan, kalau semuanya milik Allah?

2.      Kita yang hidup saat ini sudah melaluii beberapa fase kehidupan sebelumnya (dzuriat, perut ibu, lahir) dan sedang menuju fase kehidupan selanjutnya (kematian, kubur, mahsyar, mizan, surga/neraka). Kita mau ke mana, kalau bukan tunduk pada-Nya?

3.      Adalah nasib akhir kehidupan kita di akhirat nanti sepenuhnya ditentukan oleh amal kita di dunia. Maka berbekallah, karena sebaik-baik bekal adalah ketakwaan. Sudah seberapa banyakkah bekal takwa anda hingga hari ini?

4.      Orang Islam diizinkan untuk menikmati hidup ini, termasuk hak menjadi orang kaya. Hanya harus tetap zuhud, yaitu menjaikan harta tetap di saku bukan di hari, hanya alat bukan tujuan, Tetapi, cobalah sedikit terangkan bagaimana anda mempiosisikan harta selama ini?

5.      Senantiasa ada saja harapan untuk kembali kepada ampunan-Nya. Toidak ada putus asa dari rahmat Allah kecuali bagi mereka yang memang tidak menghendakinya atau mengkufuri hakikat ini. Maka, mungkin sudah lama hidup terlunta, saatnya kini kembali menuju keridhoan-Nya.

6.      Berprestasi selama masih hidup di dunia adalah hasil pemaknaan yang efektif terhadap perjalanan diri. Ketika waktu bergulir tak kembali, maka hanya ada satu kesempatan untuk memulai dan menghasilkan hal-hal besar. Adakah hal-hal besar yang sudah terukir dalam sejarah hidup anda?

7.      Alam dan diri kita ada pemiliknya, yaitu Allah SWT. Siapakah yang memberi makan pepohonan sehutan dan jutaan jenis ikan di laut, kalau bukan Allah SWT. Paham akan hakikat ini, seharusnya kita tidak terlalu pesimis dengan rezeki, selama kita percaya pada kemahakuasaan Allah . Marilah kita menundukkan hati untuk senantiasa taat kepada perintah-Nya.

8.      Orang yang sungguh-sungguh mencari jalan kebenaran pada akhirnya akan menemukan bahwa kebenaran itulah Islam; tidakkah kita malu pada mualaf ketika ibadah mereka jauh lebih baik dari kita yang notabene Islamnya lebih lama? Marilah kita sama-sama berprestasi lebih baik lagi.

Jawaban dari tiga pertanyaan di awal.
Kita datang dari mana? Dari Allah!,
Mengapa kita dicipta? Untuk beribadah kepada Allah! dan
Kita sedang menuju ke mana? Kita sedang menuju kepada Allah.

Semoga perjalanan hidup ini dapat kita maknai dan sekaligus nikmati pada setiap fase-fasenya.

2 Tanggapan to "Perjalanan Diri"

nice blog, isinya informatif dan menggugah sukses terus yaa

Subhanallah.
Maha suci Allah yang mencipakan segalanya dengan sempurna.

Ya, Allah. Sekarang ini,dunia tengah berada di bawah pemimpin yang kufur terhadapMu.hukum-hukum islam dicampakkan.Mereka hanya beribadah mahdhoh saja padaMu,sedangakan di dalam kehdiupan,mereka memilih demokrasi daripada Islam, mereka memilih ribawi, memilih hukum-hukum thogut.
Ya,allah.jadikanlah kami pejuang islam yang akan mengembalikan aturan-aturan Islam secara menyeluruh terlaksana di bumiMu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

RSS My New Blog – Fatmawiyah.web.id

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Keep Fighting & Do The Best For your Life

Blog Stats

  • 75,365 hits
%d blogger menyukai ini: