Izz@tuN-NiS@

Mujahidah == Sholehah+++…..

Posted on: 28 November 2007

Menjadi sholehah itu adalah suatu kewajiban kita sebagai manusia yang memang diciptakan untuk beribadah hanya kepada-Nya. Seperti kita menjadi murid yang harus belajar, menghormati guru, dll., kewajibannya sebagai murid. Atau seorang bawahan berkewajiban melaksanakan tugas dari atasan dengan baik dan tepat waktu.

Berbeda saat seorang murid, selain belajar ia juga melakukan hal yang lebih yang tidak dilakukan oleh murid-murid lainnya. Seperti melakukan penelitian-penelitian sehingga ia bisa menemukan sesuatu yang tidak teroikirkan oleh temannya. Berbeda juga saat seorang bawahan melakukan prestasi yang sangat menguntungkan bagi perusahaannya, padahal itu bukanlah tugasnya.

Seperti burung Hud-hud yang melakukan perjalanan yang sangat jauh untuk mencari informasi mengenai suatu kaum yang menyembah matahari, ia ingin melakukan yang lebih untuk tuannya, Subhanallah………..

Padahal sebenarnya mungkin semua orang bisa menjadi seorang Albert Einstein, Ibnu Sina, Hasan Al-Banna, Sayyid Quthb, Thomas A. Edison, dan orang-orang yang besar karena kesungguhannya kalau ia mau, karena sesungguhnya setiap manusia sudah diberi potensi oleh Allah SWT, tinggal bagaimana dia mengelolahnya.

Itulah bedanya sholehah dengan mujahid. Seorang sholehah sudah merasa cukup jika ia sudah melakukan kewajibannya, tapi seorang mujahidah menginginkan lebih dari hanya sekedar sholehah, dia punya cita-cita yang mulia, yaitu tegaknya Al-Islam di bumi ini sehingga agama di bumi ini hanya milik Allah, tidak ada lagi penghambaan manusia terhadap manusia lainnya, yang ada hanya penghambaan kepada Allah saja. Itulah cita-cita sang mujahidah, ia akan terus memperjuangkannya sampai hal itu tercapai atau mati syahid dalam memperjuangkannya.

Sang mujahidah yakin bahwa kemenangan itu akan diperoleh oleh kaum muslimin dan ia yakin dengan janji Allah. Renungkan firman Allah SWT dalam QS. An-Nisa’ : 95-96, QS. At-Taubah : 20-22, QS. At-taubah : 24 dan 111.

Kita sebagai muslimah wajib menjadi isteri, ibu, anak, keponakan, bibi, cucu, murid yang sholoehah. Seorang yang sholehah belum tentu menjadi mujahidah, tapi seorang mujahidah pasti seorang sholehah, karena tuntutan seorang mujahidah lebih besar dari seorang sholehah.

Seorang mujahid, selain harus sholeh, banyak tuntutan-tuntutan lain yang mesti ia penuhi, antara kedekatan dengan Allah, Sang Rabb yang Maha Agung, dan tuntutan amaliyah ibadah yang harus lebih, wawasan, jasadiyah yang kuat, dll., agar dakwah tidak hanya sekedar kata-kata, tapi ia adalah suatu kerja nyata, agar ia tidak hanya sekedar konsep tapi juga sebuah proses yang nyata dilakukan.

Tiada dakwah tanpa jihad.!!!!!!!!!

Itulah semboyan seorang mujahid. Seorang mujahid pasti terjun ke medan dakwah, tapi seorang sholehah belum tentu. Ia mungkin sudah merasa cukup dengan menjadi anak, isteri, cucu, ibu yang sholehah.

Tapi seorang mujahid tidak. Sang mujahid selalu memikirkan kondisi umatnya, umat Islam yang saat ini harga dirinya tercabik-cabik, umat Islam yang lemah dan hina, tidak mampu bangkit melawan musuh-musuhnya. Hatinya terbakar dan tersayat, menangis sedih dan pilu melihat penderitaan kaum muslimin di sekelilingnya, bahkan di dunia.

Tidak cukup hanya dengan menangis dan marah melihat kondisi tersebut, ia berkata “Banyak yang harus dikakukan!!! Walau hanya sepercik air yang diberikan pada dunia Islam yang sedang terbakar.”

Ia mendambakan kondisi atau lingkungan yang baik dan kondusif bagi dirinya, anak-anaknya kelak serta keluarganya. Karena ia menyadari bahwa lingkungan sangat mempengaruhi pembentukan kepribadian, pikiran dan akhlak seseorang. Ia sadar bahwa pembentukan kepribadian Islami tidak hanya dapat dibentuk dari dalam rumahnya, tapi juga lingkungan masyarakat, dan negara pun sangat mempengaruhi. Ia tidak ingin apa yang telah ia bangun di rumahnya kandas karena pengaruh lingkungan luar yang memberikan nuansa negatif bagi keluarganya.

Seorang mujahid pasti memikirkan idealisme-idealisme yang terkadang menurut orang lain tidak rasional. Tapi ternyata banyak para mujahid yang mampu mewujudkan idealismenya karena kesungguhannya, tidak berarti ia adalah seorang yang tidak melihat realitas umat ini, justru ia ingin mengubah realitas umat Islam saat ini menjadi sesuai dengan keinginan Sang Rabb, Allah SWT dan Rasul-Nya.

“Dan katakanlah: bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaan kamu itu dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata lalu diberikan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. A-Taubah : 105)

Jadi??? Mujahid = Sholeh+…+…+…

Wallahua’lam bishowab
(Sumber : tulisan seorang teman dengan beberapa editan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

RSS My New Blog – Fatmawiyah.web.id

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Keep Fighting & Do The Best For your Life

Blog Stats

  • 75,365 hits
%d blogger menyukai ini: