Izz@tuN-NiS@

Kerja Untuk Perubahan Masyarakat

Posted on: 20 Desember 2007

Kecenderungan sufi murung, sudah nampak sejak zaman Rasulullah SAW, namun selalu mendapat koreksi dari beliau. suatu masa dalam suatu perjalanan pasukan kecil beliau, seorang mujahid terpesona oleh keindahan wahah (oase) di tengah padang pasir dengan rumpun kurma, sebongkah lahan produktif dan sumber air yang cukup untuk seumur hidup.

Oh, alangkah nikmatnya bila aku tinggal di sini, beribadah kepada Allah dan tidak perlu lagi kembali ke Madinah, sehingga aku bebas dari gangguan masyarakat atau mengganggu mereka. Rasulullah SAW segera mengoreksi : jangan lakukan hal itu, karena kedudukan kalian di jalan Allah sehari saja, menandingi 70 tahun tinggal dan beribadah di sini.”

Hari ini ribuan surat kabar, radio dan televisi dunia bekerjasama di berbagai kawasan untuk menyebarkan fasad (kerusakan). Menyedihkakan nasib si miskin, yang mampu beli TV, tetapi tak bisa makan. Hati mereka dibunuh sebelum jasad mereka dihancurkan senjata pamungkas. Kemana ribuan kader yang hanya menggerutu tanpa berbuat apapun kecuali gerutu? Apakah masyarakat dapat berubah dengan gunjingan dari mimbar masjid? Hari ini rumah umat kebakaran, tidakkah setiap orang patut memberi bantuan memadamkan api walaupun hanya dengan segelas air, dengan pulsa, perangko dan kertas surat yang dikirimkan kepada pedagang kerusakan dan menegaskan pengingkarannya terhadap ulah mereka yang sangat menyengsarakan masyarakat dengan siaran dan penerbitan fasad, sebelum mereka mengirim darah dan nyawa mereka kesana ketika usaha santun tak lagi membawa hasil?

Banyak upaya dilakukan. Sebagian menyentuh kulit tanpa isi. Sebagian memaksakan pekerjaan berpuluh tahun dalam waktu sekejab mata. Sebagian membangun simbol-simbol tanpa peduli substansi dan tujuan untuk apa wahyu diturunkan. Mereka yang senantiasa tadabur Al Qur’an akan melihat keajaiban ungkapan. Ketika Allah mengisahkan kedunguan ahli kitab yang bangga dengan status zahir mereka, Ia menyebutkan :

“Mereka mengatakan, takka masuk surga kecuali (yang berstatus) Yahudi atau Nasrani. Itulah angan-anagan mereka”.

Dan ketika Ia mengisahkan sikap keberagaman kaum beriman, disebutnya prestasi mereka :

“Barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah seraya berbuat ihsan, maka baginya ganjarannya di sisi Tuhannya dan tiada ketakutan atas mereka, tiada pula mereka akan bersedih” (QS Al Baqarah:111-112)

Banyak orang mengandalkan nisbah diri dengan nama besar suatu organisasi atau jama’ah, berbangga dengan kepemimpinan tokoh perubah sejarah, namun sayang mereka tak pernah merasa defisit, padahal sama sekali tidak meneladani keutamaan mereka.” Barangsiapa lambat amalnya, tidak akan menjadi cepat karena nasabnya” (HR. Muslim)

(Tulisan Alm. Rahmat Abdullah)

8 Tanggapan to "Kerja Untuk Perubahan Masyarakat"

tugas kita bersama untuk berdakwah ikhlas untuk meninggikann kalimatulloh, bukan untuk yg lain..

bikin Kaleidoskop-Blog™ yuk… Liat contohnya di
http://alief.wordpress.com/🙂

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan!

Merubah masyarakat? Subhanallah mbak, ini pekerjaan yang ruar biasa beratnya, bbutuh kerjasama banyak elemen dengan potensi yang ekstra🙂
Tak mustahil si, diawali dengan merubah diri…

“Kerja Untuk Perubahan Masyarakat” ?! hhhmmm. Kebetulan sy sedang membangun proyek/misi membangun masyarakat cerdas, terutama di bidang IT.
Ini adalah kerja/misi jangka panjang, dan harapannya akan memberikan efek yang panjang dan luas pula: masyarakat Indonesia yang cerdas.
Sohib sekalian, doakan lancar ya…🙂

@perempuan
Tepat sekali… kerjasama banyak elemen penting sekali untuk merubah masyarakat.
Dari diri sendiri -> merangkul beberapa element2 terkait -> kerjasama dan berbarengan membangun -> insyaAllah, hijrah/perubahan itu tercapai.

Betul sekali Ukhti, apa yang di sampaikan oleh alm Ust. Rahmat Abdullah. Saat ini kita harus menjadi “Pekerja Perubahan”.
Ya ! karena masyarakat sedang menunggu kita, sebagai agen perubah dan sekarang tergantung kita apakah akan di rubah atau merubah, serta kita semua berharap dengan adanya sebuah harakah “harapan” yang sedang bergerak di bidang MIHWAR SYIASI bisa membawa perubahan di tengah masyarakat.
Assalmu’alaikum
Af1. salam kenal ana Irawan dari DPRa PKS Kebon Gedang, ikut bimbrung dan af1, bisa / ga? Blog DPRa PKS Kel. Kebon Gedang Kota Bandung bisa bi Link-kan di Blog Ukhti http://www.pkskebongedang.wordpress.com.
Syukran. Wa Jazakillah

Sang Murabbi

Merangkum hati yang terserak
Menggenggam yang terlepas
Meretas gagasan menjadi kenyataan
Menapak jejak tak tergoyahkan
Menatap dengan kesejukan
Menegur dalam cinta
Bersemangat namun syahdu
Diiring doa sunyi
Kami rindu
Haus dahaga tak terperi
Pada sosoknya
Sang murabbi yang dicintai
Masihkah ada?…

(Aa Gun+tari)
http://menantisyahid.blogspot.com
http://mentaridakwah.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

RSS My New Blog – Fatmawiyah.web.id

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Keep Fighting & Do The Best For your Life

Blog Stats

  • 75,365 hits
%d blogger menyukai ini: