Izz@tuN-NiS@

Archive for the ‘Dakwah’ Category

Peran Ibu dalam Mengokohkan Ketahanan Keluarga

Di dalam hadits riwayah Bukhari, dinyatakan bahwa Nabi Saw pernah bersabda, “Wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan ia akan ditanyai tentang perannya sebagai pemimpin”. Di rumah suaminya, ia adalah istri bagi suami dan ibu bagi anak-anaknya, selain itu bila ada khadimah, ia harus pandai mengarahkan dan bekerja sama sehingga rumah menjadi surga bagi penghuninya.

Banyak gelar yang diberikan kepada ibu, Al Umm robatu al bait = ibu adalah manajer, pengatur rumah, semetara kata pakar pendidikan “Al Umm madrasatul ula = ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya”. Menurut ahli bahasa “Umm = ibu, tempat kembali, yang terpenting”, dalam pengertian yang terkanduang dalam kata umm (ibu), manusia merasakan bahwa sejak kecil sampai dewasa, ibu adalah tempat kembali bila anak mendapat masalah atau kegembiraan. Ibu pula yang memegang peranan penting dalam Baca entri selengkapnya »

Iklan

Kecenderungan sufi murung, sudah nampak sejak zaman Rasulullah SAW, namun selalu mendapat koreksi dari beliau. suatu masa dalam suatu perjalanan pasukan kecil beliau, seorang mujahid terpesona oleh keindahan wahah (oase) di tengah padang pasir dengan rumpun kurma, sebongkah lahan produktif dan sumber air yang cukup untuk seumur hidup.

Oh, alangkah nikmatnya bila aku tinggal di sini, beribadah kepada Allah dan tidak perlu lagi kembali ke Madinah, sehingga aku bebas dari gangguan masyarakat atau mengganggu mereka. Rasulullah SAW segera mengoreksi : jangan lakukan hal itu, karena kedudukan kalian di jalan Allah sehari saja, menandingi 70 tahun tinggal dan beribadah di sini.”

Hari ini ribuan surat kabar, radio dan televisi dunia bekerjasama di berbagai kawasan untuk menyebarkan fasad (kerusakan). Menyedihkakan nasib si miskin, yang mampu beli TV, tetapi tak bisa makan. Hati mereka dibunuh sebelum jasad mereka dihancurkan senjata pamungkas. Kemana ribuan kader yang hanya menggerutu tanpa berbuat apapun kecuali gerutu? Apakah masyarakat dapat berubah dengan gunjingan dari mimbar masjid? Hari ini rumah umat kebakaran, tidakkah setiap orang patut memberi bantuan memadamkan api walaupun hanya dengan segelas air, dengan pulsa, perangko dan kertas surat yang dikirimkan kepada pedagang kerusakan dan menegaskan pengingkarannya terhadap ulah mereka yang sangat menyengsarakan masyarakat dengan siaran dan penerbitan fasad, sebelum mereka mengirim darah dan nyawa mereka kesana ketika usaha santun tak lagi membawa hasil?

Baca entri selengkapnya »

Adalah perempuan-perempuan yang dihormati
karena mereka layak mendapatkannya.
Mereka dihargai bukan karena
tampilan-tampilan fisik semu.

Tapi mereka dihargai dan dihormati
karena mereka memiliki karakter positif
yang kuat, cerdas, peka dan dinamis.
Mereka dengan kekuatan spritualnya,
kebesaran jiwanya dapat menjadi oase
bagi dahaga akan kedamaian keluarganya.

Baca entri selengkapnya »

Menjadi sholehah itu adalah suatu kewajiban kita sebagai manusia yang memang diciptakan untuk beribadah hanya kepada-Nya. Seperti kita menjadi murid yang harus belajar, menghormati guru, dll., kewajibannya sebagai murid. Atau seorang bawahan berkewajiban melaksanakan tugas dari atasan dengan baik dan tepat waktu.

Berbeda saat seorang murid, selain belajar ia juga melakukan hal yang lebih yang tidak dilakukan oleh murid-murid lainnya. Seperti melakukan penelitian-penelitian sehingga ia bisa menemukan sesuatu yang tidak teroikirkan oleh temannya. Berbeda juga saat seorang bawahan melakukan prestasi yang sangat menguntungkan bagi perusahaannya, padahal itu bukanlah tugasnya.

Baca entri selengkapnya »

massa-pk.jpgSalim bin Abdullah pernah mengirimkan tausiyah kepada saudaranya tercinta; khalifah Umar bin Abdul Aziz. Isinya: “Ketahuilah bahwa pertolongan Allah yang diberikan kepada hamba tergantung pada kadar niatnya. Bila ia sempurna, maka pertolongan Allah itu akan sempurna. Bila ia berkurang, maka kadar pertolongan itu akan berkurang.”

Layaklah seorang da’i fi sabilillah untuk terus mencari hakikat niat dan pendorongnya di bilik-bilik jiwanya. Jika terbersit di sana pertimbangan dunia dan bisikan syaitan; maka ia harus berusaha membersihkan hatinya dari kerak dan memurnikan niatnya karena Allah semata. Dan teruslah memperingatkan diri agar pasrah kepada Rabb-nya tertinggi.

Baca entri selengkapnya »

Para ulama salafus shalih menggambarkan betapa beratnya berjalan di muka bumi dengan penuh ikhlas kepada Allah. Bahkan beruntunglah seseorang bila dalam satu detik saja dalam sepanjang usianya mampu ikhlas kepada Allah semata.

Namun semangat keikhlasan ini haruslah terus membara di dada. Memberangus segala penghambaan kepada selain Allah. Memberikan cahaya dalam jiwa untuk tetap lurus melangkah di jalan-Nya. Karena amatlah berbeda; seseorang melata di muka bumi dengan selalu ikhlas kepada Allah, sementara yang lainnya tidak. Allah berfirman: “Orang-orang beriman berperang di jalan Allah dan orang-orang kafir berperang di jalan thoghut.” Baca entri selengkapnya »

Untuk saudaraku yang telah berjuang dengan segenap potensi yang ada, memperjuangkan kebenaran dan keadilan di bumi Allah. Yang merasakan letih, lelah dan perihnya duri-duri kehidupan dalam perjuangan ini, yakinlah bahwa itu semua akan tergantikan dengan sebuah kenikmatan yang tak terhingga, surga Allah. Senantiasa istiqomah dan meluruskan niat karena-Nya. Perjuangan takkan pernah henti!!!!!

Semoga artikel ini memberikan semangat baru untuk terus berjuang dengan penuh keikhlasan, memaksimalkan usaha kita dan menyerahkan hasilnya kepada Allah dan menerimanya dengan lapang dada, penuh keyakinan bahwa apapun yang kita peroleh Baca entri selengkapnya »


Kategori

RSS My New Blog – Fatmawiyah.web.id

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Keep Fighting & Do The Best For your Life

Blog Stats

  • 81,087 hits