Izz@tuN-NiS@

Archive for the ‘Nisa’’ Category

Tanggal 22 Desember 2009 nanti adalah hari Ibu, mumpung ingat, saya ucapin Selamat Hari Ibu untuk semua para ibu dan calon ibu, spesial buat ibuku tercinta. Semoga apa yang telah kau beri padaku akan dibalas oleh-Nya. I love and miss u so much. Kapan ya kita ketemu lagi….

bunda…
seandainya kau ada disini
takkan ada tetes bening mengalir dari kelopak mataku
tangan lembutmu pasti kan selalu ada tuk mengusapnya

bunda…
seandainya kau ada disini
takkan ada gundah membayangi hariku
ketenangan kan tersalur lewat genggaman jemarimu

bunda…
seandainya kau ada disini
takkan ada kebekuan didalam hati
dekapan hangatmu kan selalu menemani

bunda…
seandainya Dia mengijinkan aku meminta
kan kupinta kesempatan tuk dapat mencium takzim punggung tanganmu lagi

bunda…
seandainya aku dikembalikan ke alam tinggi dan boleh memilih siapa bundaku
takkan ragu kupilih rahimmu sebagai alam kecilku

bunda…
seandainya Dia masih mengijinkan aku menghirup udara esok hari
kuingin tatap wajahmu di bayangan mentari

bunda…
seandainya malam ini mataku tertutup dan tak pernah terbuka lagi
maafkanlah segala dosaku
maafkan atas airmata yang mengalir karena ketidakpatuhanku
maafkan atas gundah karena mengkhawatirkanku
maafkan atas kata2ku yang pernah menggores luka di laci hatimu

bunda…
kutemukan kedamaian samudera dimata teduhmu
kutemukan kekuatan karang di balik do’amu
kutemukan kesejukan mataair di lembut senyummu
kutemukan kehangatan mentari dikala dhuha di hangat dekapanmu
kutemukan keikhlasan mentari di lautan kasih sayangmu

bunda…
seandainya takdirNya tak lagi mempersuakan raga
biarlah jiwa dan do’a kita bersatu di atas sana
biarlah Dia mengikatnya dengan tali cinta dan menyulamnya menjadi sutra kasih

bunda…
suatu saat nanti
bila syurgaku berpindah dari telapak kakimu
iringi aku selalu dengan do’a restumu
karena bagiku do’amu adalah hadiah terindah dalam hidupku

(oleh Nur Akmaliyah, untuk milis kafemuslimah.com)

Peran Ibu dalam Mengokohkan Ketahanan Keluarga

Di dalam hadits riwayah Bukhari, dinyatakan bahwa Nabi Saw pernah bersabda, “Wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan ia akan ditanyai tentang perannya sebagai pemimpin”. Di rumah suaminya, ia adalah istri bagi suami dan ibu bagi anak-anaknya, selain itu bila ada khadimah, ia harus pandai mengarahkan dan bekerja sama sehingga rumah menjadi surga bagi penghuninya.

Banyak gelar yang diberikan kepada ibu, Al Umm robatu al bait = ibu adalah manajer, pengatur rumah, semetara kata pakar pendidikan “Al Umm madrasatul ula = ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya”. Menurut ahli bahasa “Umm = ibu, tempat kembali, yang terpenting”, dalam pengertian yang terkanduang dalam kata umm (ibu), manusia merasakan bahwa sejak kecil sampai dewasa, ibu adalah tempat kembali bila anak mendapat masalah atau kegembiraan. Ibu pula yang memegang peranan penting dalam Baca entri selengkapnya »

Adalah perempuan-perempuan yang dihormati
karena mereka layak mendapatkannya.
Mereka dihargai bukan karena
tampilan-tampilan fisik semu.

Tapi mereka dihargai dan dihormati
karena mereka memiliki karakter positif
yang kuat, cerdas, peka dan dinamis.
Mereka dengan kekuatan spritualnya,
kebesaran jiwanya dapat menjadi oase
bagi dahaga akan kedamaian keluarganya.

Baca entri selengkapnya »

Menjadi sholehah itu adalah suatu kewajiban kita sebagai manusia yang memang diciptakan untuk beribadah hanya kepada-Nya. Seperti kita menjadi murid yang harus belajar, menghormati guru, dll., kewajibannya sebagai murid. Atau seorang bawahan berkewajiban melaksanakan tugas dari atasan dengan baik dan tepat waktu.

Berbeda saat seorang murid, selain belajar ia juga melakukan hal yang lebih yang tidak dilakukan oleh murid-murid lainnya. Seperti melakukan penelitian-penelitian sehingga ia bisa menemukan sesuatu yang tidak teroikirkan oleh temannya. Berbeda juga saat seorang bawahan melakukan prestasi yang sangat menguntungkan bagi perusahaannya, padahal itu bukanlah tugasnya.

Baca entri selengkapnya »

Pergaulan dalam istilah bahasa Indonesia berarti kehidupan bersama, yakni kehidupan antar sesama manusia. Salah satu bentuk pergaulan antar sesama manusia adalah pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Terkadang bentuk pergaulan tersebut bisa berupa persahabatan yang terjalin antara mereka dengan saling mengutarakan isi hati (tempat curhat).

Sebuah persahabatan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan bisa dilatarbelakangi oleh kesamaan ide, gagasan, gaya hidup, minat, kebutuhan-kebutuhan, cara berpikir dan harapan-harapan. Dari situ muncullah simpati dan selanjutnya akan ada keterbukaan, jika sudah saling terbuka, maka dilanjutkan dengan sikap curhat. Dalam nuansa religiusnya biasanya dipakai kata ‘ukhuwah’. Namun ukhuwah ini didasari dengan keimanan, keikhlasan dan muroqobatullah.

Kedudukan sahabat begitu khusus dalam hati seseorang, sehingga persahabatan yang terjadi antara lawan jenis non mahrom perlu dipertanyakan, apakah mereka memang murni sebagai seorang sahabat ? Sebab tidak tertutup kemungkinan di hati mereka atau salah seorang dari mereka ada perasaaan memiliki dan penuh harap. Curhat yang terjalin diantara merekapun sebenarnya bukanlah untuk mencarikan sebuah solusi namun tidak jarang hanya untuk pengaduan dan minta perhatian.

Baca entri selengkapnya »

Tantangan Ruang Besar Dakwah Akhwat

Dalam buku Ummatuna baina Qarnain, DR Yusuf Al-Qarahawi menyebutkan sejumlah kegagalan kaum muslimin sepanjang abad 20. Salah satunya adalah kegagalan dalam masalah perempuan. Kita terjebak pada 2 sikap ekstrim, berlebihan dan ceroboh atau antara dua kejahiliahan. Sebagian kaum muslimin mengekang kaum hawa; mereka dilarang mengendarai kendaraan atau bekerja di luar rumah, memasung hak-hak politik perempuan bahkan ada di suatu negeri, kaum perempuan tidak memiliki hak pilih dalam PEMILU apalagi mencalonkan diri sebagai anggota parlemen. Anehnya pemasungan hak perempuan itu dilakukan atas nama Islam dan hukum syariah.

Di sisi lain, realitas ekstrim berbeda muncul ke permukaan yakni pembebasan perempuan yang berlebihan dari kaum liberalis muslim. Mereka sangat bersemnagat meniru budaya Barat dan mengikuti filsafat liberalisme mereka tanpa seleksi. Ideologi mereka berkembang pesat dalam berbagai hal; cara berfikir, berperilaku, mode pakaian , kosmetik, hubungan lawan jenis, pertunangan dan perkawinan.

Baca entri selengkapnya »

Tujuan tarbiyah pada akhwat Muslimah pertama kali adalah membentuk kepribadian sebagai Muslimah yang seutuhnya. Seluruh aspek kemanusiaan Muslimah hendaknya ditumbuhkan sehingga akan melahirkan potensi optimal, baik segi ruhiyah (spiritual), fikriyah (intelektual), khuluqiyah (moral), jasadiyah (fisik), dan amaliyah (operasional).

Menurut Syaikh Hasan Al-Banna, kepribadian Islam meliputi 10 aspek, sebagaimana berikut ini:

1. Salim Al-Aqidah (bersihnya akidah). Setiap individu dituntut untuk memiliki kelurusan akidah yang hanya dapat mereka peroleh melalui pemahaman terhadap Al-qur’an & As-Sunnah.

2. Shahih Al-Ibadah (lurusnya ibadah). Setiap individu dituntut untuk beribadah sesuai dengan tuntutan syariat. Pada dasarnya ibadah bukanlah hasil ijtihad seseorang karena ibadah tidak dapat diseimbangkan melalui penambahan, pengurangan, atau penyesuaian dengan kondisi dan kemajuan zaman.

Baca entri selengkapnya »


Kategori

RSS My New Blog – Fatmawiyah.web.id

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Keep Fighting & Do The Best For your Life

Blog Stats

  • 79,825 hits