Izz@tuN-NiS@

Archive for the ‘Pengembangan Diri’ Category

Allah Swt akan senantiasa menguji kita pada titik terlemah kita. Sampai kita berhasil memperbaiki kelemahan itu.

Diantara kita mungkin pernah mengalami suatu pemasalahan yang sama dalam waktu yang berbeda. Dan tak jarang diantara kita berkata, “Kok saya selalu dihadapkan oleh masalah yang sama sich, masalah ini terus, ga da beres-beresnya. Kapan saya bisa melewatinya….”

Selalu dihadapkan oleh masalah krisis ekonomi, hubungan dengan lawan jenis, sekolah/ kuliah yang tidak beres, hubungan dengan keluarga, dan masalah-masalah lainnya. Sepertinya tidak bijak kalau kita menyebut “masalah”, kita ganti dengan istilah cobaan/ujian karena pada hakikatnya itu datang dari Allah Swt, dan supaya pikiran kita tidak menangkap energi negatif dengan kata “masalah”. Nah itulah hidup, kita akan selalu dihadapkan pada ujian satu dan beralih pada ujian baru ketika satu ujian telah kita selesaikan dengan cara kita.

Seperti seorang murid yang mendapatkan ujian dari gurunya terhadap matapelajaran yang telah dia ajarkan. Murid tersebut akan lulus jika jawabannya benar dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh gurunya. Dan sebaliknya, jika tidak lulus, gurunya akan memberikan ujian perbaikan “her” agar bisa lulus dan naik kelas. Matapelajaran yang diujikan sama tapi mungkin soal-soalnya saja yang sedikit ada perbedaan.

Nah seperti itulah analogi ujian kehidupan yang diberikan Allah kepada kita. Allah Swt akan memberikan ujian yang sama kepada kita sampai kita benar-benar dianggap lulus oleh Allah Swt dan layak dinaikkan derajatnya. Kalau kita mau renungkan, itu adalah bentuk kasih sayang Allah Swt kepada kita. Seperti seorang guru yang sayang pada muridnya, ia bersedia memberikan kesempatan kedua agar muridnya lulus, tidak membiarkannya tertinggal. Tentunya kasih sayang Allah Swt jauh lebih besar terhadap hamba-Nya. Dia ingin, saat kita mendapat ujian yang lebih berat/besar lagi kita sudah siap dan akan melaluinya dengan baik pula. Dan tentunya kita tidak meninggalkan ujian yang nilainya buruk dihadapan Allah Swt.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Pernahkah kita merasa atau berfikir bahwa waktu yang kita kita miliki terasa begitu sempit/ singkat sehingga kita tidak punya cukup waktu untuk melakukan semua yang ingin atau seharusnya kita lakukan?

Jawabannya tentu saja “Iya”. Jawaban itu akan dijawab oleh seseorang yang memiliki banyak impian dan cita-cita dalam hidupnya tetapi ia tidak memiliki kemampuan mengelola waktunya dengan baik. Bagi yang menjawab “Tidak”, Insya Allah orang tersebut mampu mengelola waktunya dengan baik dan memiliki prioritas dalam hidup. Jawaban “Tidak” juga bisa dijawab oleh pengangguran, yang tidak punya keinginan, cita-cita, malas sehingga merasa waktunya begitu panjang. (Naudzubilahi mindzalik).

Baca entri selengkapnya »

Sepanjang kita masih diberi kesempatan oleh Sang Khalik untuk hidup di dunia ini, tak ada kata henti untuk belajar, menuntut ilmu sebanyak-banyaknya yang bermanfaat untuk diri kita, orang2 dan lingkungan sekitar kita, bangsa dan juga untuk agama. Karena ilmu Allah itu Maha Luas. So kita semua harus semangat dalam mencari ilmu sesuai dengan bakat dan minat kita. Untuk ilmu agama ya… wajib alias fardhu ain kita pelajari. Untuk ilmu-ilmu yang sifatnya keduniawian kita pilih mana yang sesuai bakat dan minat kita. ya… tentunya harus dibuat perencanaan hidup kita ke depan, pengen jadi apa dan ingin berkontribusi dalam bidang apa nantinya. (Wah ini nasehat dari sahabat fatma waktu bingung menentukan pilihan 🙂

Baca entri selengkapnya »

Berikut ini adalah tips-tips untuk mengembangkan sikap dinamis, kreatif dan inovatif:

1.  Bawalah alat perekam di saku Anda, baik kertas, buku kecil atau tape recorder agar dapat segera merekam gagasan yang muncul.
2.  Amatilah sesuatu yang Anda kenal selama 5 menit, temukan sesuatu manfaat yang baru.
3.  Jangan menunggu sampai menjelang batas waktu untuk mulai memikirkan suatu masalah.
Baca entri selengkapnya »

Pada bagian 1 dijelaskan mengenai ciri-ciri orang yang dinamis, kreatif, dan inovatif yang ditinjau dari aspek kecerdasan emosional. Berikut ini ditinjau dari aspek kecerdasan intelektualnya:

1.  BERPIKIR LANCAR; mengajukan banyak pertanyaan, jawaban dan gagasan.
2.  BERPIKIR LUWES; menghasilkan gagasan, jawaban, atau pertanyaan yang berangkat dari fleksibilitas konsep dan sudut pandang yang berbeda.
3.  BERPIKIR ORISINAL; mampu melahirkan ungkapan, gagasan baru yang unik, yang tidak lazim dipikirkan orang.
Baca entri selengkapnya »

Seorang muslim haruslah orang yang cerdas, selalu mendapatkan alternatif ketika menemukan kesulitan. Misalnya, ketika shalat sementara kondisinya tak memungkinkan untuk berdiri, maka ia dapat shalat dalam keadaan duduk atau tiduran. Atau jika tak memperoleh air untuk berwudu, maka Allah memerintahkan untuk bertayammum. Inilah tanda kedinamisan yang Allah contohkan.

Seseorang yang memiliki karakter dinamis, kreatif dan inovatif inilah yang akan mampu mengemban amanah dakwah, karena terus mengoptimalkan potensi pikiran yang Allah karuniakan kepadanya.

Baca entri selengkapnya »

Berikut adalah beberapa tips yang dapat kita lakukan agar menjadi orang yang memiliki spesialisasi dan berwawasan global:

  • Yakini bahwa menjadi orang yang spesialis dan berwawasan global adalah syarat mutlak untuk survive dalam persaingan hidup yang semakin berat saat ini dan dan di masa depan!
  • Cari tahu potensi yang dimiliki dan pilih mana yang perlu dikembangkan agar bisa menjadi spesialisasi dalam hidup!
  • Jangan cepat menyerah dalam mengembangkan spesialisasi dan jangan cepat tergiur untuk bekerja pada bidang yang menghasilkan uang tapi tidak mengembnagkan potensi! Baca entri selengkapnya »

Kategori

RSS My New Blog – Fatmawiyah.web.id

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Keep Fighting & Do The Best For your Life

Blog Stats

  • 81,087 hits